-->

Perempuan di Mata Tiga Agama Besar (Ulasan Buku)

Suatu ketika, dalam sebuah konferensi di Montreal, Dr. Nawal Saadawi dengan tegas menyatakan bahwa restriksi (pembatasan) terhadap gerak kaum perempuan sebenarnya tidak hanya dijumpai di dalam agama Islam, tetapi dijumpai pula di dalam agama Yahudi, dalam Perjanjian Lama, dan dalam agama Kristen. Selain itu, pada saat yang sama, ia menegaskan juga bahwa konsep mengenai kerudung sebenarnya bukan merupakan ciri khas Islam, melainkan merupakan warisan kultural Barat.
        Pernyataan seorang feminis Mesir itulah yang di dalam konferensi awal tahun 1990 itu mengundang reaksi keras dari berbagai pihak. Menurut mereka, terutama para feminis Kristen dan Yahudi, pernyataan Nawal Saadawi itu sama sekali tidak benar dan sangat tidak berdasar. Bahkan, mereka kemudian mengecam Nawal Saadawi sebagai orang yang sama sekali tidak paham terhadap agama Yahudi dan Kristen. Dan kecaman itu ujung-ujungnya berubah menjadi “kemarahan” karena mereka merasa bahwa agama dan kepercayaannya dimasukkan ke dalam satu kategori dengan orang-orang Islam yang mereka anggap keji.
            Peristiwa singkat yang dilaporkan oleh Gwyne Dyer dalam harian Toronto Star edisi 3 Juli 1990 berjudul “Islam Tidak Sendirian dalam Doktrin Patriarkhis” itulah yang kemudian menggerakkan hati dan pikiran Dr. Sherif Abdel Azeem, seorang teolog Arab Saudi, sehingga, pada tahun 1995, ia melakukan serangkaian penelitian perbandingan terhadap agama-agama besar di dunia (Yahudi, Kristen, Islam) dan hasilnya kemudian ditulis di dalam buku ini. Menurutnya, ia perlu menulis buku ini karena ia melihat fakta bahwa--sejak dulu hingga sekarang--di dunia Barat, Islam masih diyakini sebagai simbol subordinasi terhadap perempuan.
            Padahal, menurut dia, pembatasan gerak terhadap kaum perempuan yang kemudian disalahtafsirkan sebagai subordinasi atau pelemahan atau bias gender itu tidak hanya terdapat di dalam doktrin-doktrin Kitab Suci Alquran, tetapi terdapat juga di dalam doktrin-doktrin agama lain. Itulah sebabnya, ia (penulis buku ini) tidak rela kalau orang Barat menganggap bahwa subordinasi terhadap kaum perempuan semata-mata karena Islam. Bahkan, setelah melakukan perbandingan terhadap tiga agama besar itu, ia sangat yakin bahwa Islam justru memberi ruang gerak seluas-luasnya bagi perempuan.
            Untuk membuktikan hal tersebut, di dalam buku yang judul aslinya Women in Islam versus Women in The Judaeo-Christian Tradition: The Myth & The Reality ini ia mengungkapkan sekitar 15 fakta yang berhubungan dengan masalah perempuan yang di dalam tiga agama itu sama-sama didoktrinkan. Kelima belas fakta itu ialah mengenai dosa perempuan (Hawa), warisan perempuan (Hawa), anak perempuan memalukan, pendidikan perempuan, menstruasi, saksi, perzinahan, nazar, hak milik, perceraian, ibu, hak waris, janda, poligami, dan kerudung.
            Melalui fakta dan data (doktrin atau ayat kitab suci Alquran, Bibel, Perjanjian Lama, dan Talmud) itulah penulis buku ini mencoba meyakinkan pembaca, terutama kaum Yahudi dan Kristen, bahwa sesungguhnya Islam justru memberikan peluang bagi perempuan untuk maju dan menolak mentah-mentah adanya subordinasi perempuan. Oleh sebab itu, sangat disayangkan jika hingga sekarang oleh orang Barat Islam masih dianggap sebagai suatu ancaman. Dan disayangkan pula mengapa kasus atau kecaman terhadap Dr. Nawal Saadawi di sebuah konferensi di Montreal tahun 1990 itu masih terjadi.
            Padahal, menurut penulis buku ini, dengan tegas Islam mengakui dan muslim pun mengimani keberadaan agama lain, termasuk Yahudi dan Kristen, karena agama-agama itu termasuk pula agama samawi (langit); dalam arti semuanya sama-sama berasal dari Tuhan. Karena itulah, penulis buku ini berharap, walaupun tidak mungkin lepas dari pengaruh warisan kultural, Islam hendaknya dilihat sebagai suatu penutup, pelengkap, dan penyempurna terhadap risalah Tuhan yang diwahyukan sebelumnya.
            Tampak di dalam cara penyajiannya bahwa penulis buku ini sangat berhati-hati, dan pada hemat saya, ia begitu adil dalam melihat fakta yang ada di dalam doktrin-doktrin tiga agama besar (Yahudi, Kristen, Islam) yang diteliti. Itulah sebabnya, buku tipis ini, walaupun judulnya terkesan sangat sensitif dan mungkin akan menimbulkan praduga tidak baik, tetapi isinya sama sekali tidak memandang rendah ajaran agama lain, apalagi mendeskreditkan. Dan hal ini ditegaskan berulang-ulang oleh penulis (di bagian pendahuluan dan epilog).
            Kalau toh, misalnya, di dalam buku ini ada uraian yang menyatakan bahwa posisi perempuan dalam ajaran Yahudi dan Kristen terdeskreditkan, penulis buku ini mohon agar pembaca hendaknya tidak menyalahkan kedua agama tersebut. Sebab, seperti halnya Islam, bagaimanapun tradisi Yahudi dan Kristen juga telah dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkungan, kondisi, dan kultur tempat tradisi itu hidup. Itulah sebabnya, terjadinya “pelemahan” terhadap kaum perempuan dalam tradisi Yahudi dan Kristen pada abad ke-7, misalnya, haruslah kejadian itu dipahami sebagai suatu kasus belaka.
            Lagipula, buku ini hanyalah memusatkan perhatian pada doktrin yang ada di dalam kitab suci, bukan mempersoalkan apa yang dipraktikkan oleh jutaan pengikutnya. Akhirnya, menurut hemat saya, buku ini layak dibaca oleh siapa pun, termasuk kaum perempuan, para ilmuwan, teolog, atau para pemimpin agama apa pun dalam rangka untuk lebih mencermati kembali, atau menafsirkan kembali tafsir-tafsir yang selama ini dianggap final dan telah diyakini (secara eksklusif).***


Judul              : Sabda Langit: Perempuan dalam Tradisi Islam,
                          Yahudi, dan Kristen
Penulis           : Dr. Sherif Abdel Azeem
Penerjemah   : Dra. Sri Suhandjati Sukri dan Drs. Ruswan, M.A.
Penerbit         : Gama Media, Yogyakarta
Cetakan          : Pertama, 2001
Ketebalan      : 94 halaman



Dimuat Kedaulatan Rakyat Minggu, 13 Mei 2001



Berlangganan update artikel terbaru via email:

TULISAN TERPOPULER

CARI JUGA DI LABEL BAWAH INI

Antologi Cerpen (59) Antologi Esai (53) Penelitian/Kajian Sastra (43) Antologi Puisi (40) Cerita Anak (25) Penelitian/Kajian Bahasa (25) Sastra Jawa Modern (20) Sastra Indonesia-Jogja (14) Antologi Drama (13) Budi Darma (13) Ulasan Buku (13) Kritik Sastra (12) Proses Kreatif (12) Esai/Kritik Sastra (11) Pembelajaran Sastra (11) Kamus (10) Pedoman (10) Mohammad Diponegoro (9) Prosiding Seminar Ilmiah (9) Antologi Features (8) Cerita Rakyat (8) Jurnal (7) Membaca Sastra (7) Religiusitas Sastra (7) UU Bahasa (7) Antologi Artikel (5) Bahan Ajar (5) Kongres Bahasa (5) Nilai-Nilai Budaya (5) Bahasa/Sastra Daerah (4) R. Intojo (4) Seri Penyuluhan Bahasa (4) Sistem Kepengarangan (4) Telaah Dialogis Bakhtin (4) Ahmad Tohari (3) Antologi Biografi (3) Antologi Dongeng (3) Danarto (3) Ensiklopedia (3) Gus Tf Sakai (3) Konsep Nrimo dan Pasrah (3) Korrie Layun Rampan (3) Pascakolonial (3) Penghargaan Sastra (3) AA Navis (2) Antologi Macapat (2) Dinamika Sastra (2) Festival Kesenian (FKY) (2) Film/Televisi Indonesia (2) Glosarium (2) Iblis (2) Kuntowijoyo (2) Majalah Remaja (2) Novel Polifonik (2) Pemasyarakatan Sastra (2) Sastra Jawa Pra-Merdeka (2) Seno Gumira Adjidarma (2) Telaah Intertekstual (2) Umar Kayam (2) Abstrak Penelitian (1) BIPA (1) Bahan Ajar BIPA (1) Budaya Literasi (1) Cermin Sastra (1) Education; Article (1) Ejaan Bahasa Jawa (1) Etika Jawa (1) FBMM (1) Gerson Poyk (1) Herry Lamongan (1) Iwan Simatupang (1) Jajak MD (1) Jaring Komunikasi Sastra (1) Kaidah Estetika Sastra (1) Karier Tirto Suwondo (1) Karya Tonggak (1) Kebijakan (1) Motinggo Busye (1) Muhammad Ali (1) Muryalelana (1) Novel (1) Olenka; Budi Darma; Bakhtin (1) Posisi Teks Sastra (1) Puisi Tegalan (1) Putu Wijaya (1) Salah Asuhan (1) Sastra Balai Pustaka (1) Sastra Non-Balai Pustaka (1) Sastra dan Imajinasi (1) Sastra dan ORBA (1) Sastra dlm Gadjah Mada (1) Sejarah Sastra (1) Studi Ilmiah Sastra (1) Syamsuddin As-Sumatrani (1) Teater Modern (1) Telaah Model AJ Greimas (1) Telaah Model Levi-Strauss (1) Telaah Model Roland Barthes (1) Telaah Model Todorov (1) Telaah Model V Propp (1) Telaah Pragmatik (1) Telaah Sosiologis (1) Telaah Stilistika (1) Teori Sastra (1) Teori Takmilah (1) Turiyo Ragil Putra (1)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel